BOM BALI

Bom Bali I terjadi di kecamatan Kuta di Bali,Indonesia pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002. Bom Bali I mengorbankan 202 orang dan mencederakan 209 yang lain, kebanyakan merupakan wisatawan asing. Peristiwa ini sering dianggap sebagai peristiwa terorisme terparah di Indonesia. Kejadian ini terjadi tepat 1 tahun lebih 1 bulan lebih 1 hari setelah bom World Trade Center (WTC) Amerika Serikat pada 11 September 2001. Kejadian ini terjadi di 2 tempat hiburan di jalan Legian, Kuta, Bali.

Berikut kronologi peristiwa bom bali I:
12 Oktober 2002:
Paddy’s Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali diguncang bom. Dua bom meledak pada waktu yang hampir bersamaan, yaitu pikul 23.05 Wita.
Kurang lebih 10 menit kemudian, ledakan kembali mengguncang Bali pada pukul 23.15 Wita, bom meledak di Renon, berdekatan dengan kantor Konsulat Amerika Serikat. Namun tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
16 Oktober 2002
Pemeriksaan saksi untuk kasus terorisme  mulai dilakukan. Lebih dari 50 orang telah dimintai keterangan di Polda Bali. Untuk membantu Polri, Tim Forensik Australia (asal kebanyakan turis yang menjadi korban) ikut diterjunkan untuk identifikasi jenazah.
20 Oktober 2002
Tim Investigasi Gabungan Polri dan kepolisian luar negeri yang telah dibentuk menyimpulkan, bom di Paddy’s Pub berjenis TNT seberat 1 kg dan di depan Sari Club, merupakan bom RDX berbobot antara 50-150 kg. Sementara bom di dekat konsulat Amerika Serikat menggunakan jenis TNT berbobot kecil yakni 0,5 kg.
29 Oktober 2002
Pemerintah yang saat itu dipegang oleh Megawati Soekarnoputri terus mendesak polisi untuk menuntaskan kasus yang mencoreng nama Indonesia itu. Putri Soekarno itu memberi deadline, kasus harus tuntas pada November 2002.
30 Oktober 2002
Titik terang pelaku bom Bali I mulai muncul. 3 sketsa wajah tersangka pengebom itu dipublikasikan.
4 November 2002
Polisi mulai menunjukkan prestasinya. Nama dan identitas tersangka telah dikantongi petugas. Polisi juga mengklaim telah mengetahui persembunyian para tersangka. Mereka tidak tinggal bersama namun masih di Indonesia.
5 November 2002
Salah satu tersangka kunci ditangkap. Amrozi bin Nurhasyim ditangkap di rumahnya di  Desa Tenggulun, Lamongan, Jawa Timur.
6 November 2002
10 Orang yang diduga terkait ditangkap di sejumlah tempat di Pulau Jawa. Hari itu juga, Amrozi diterbangkan ke Bali dan pukul 20.52 WIB, Amrozy tiba di Bandara Ngurah Rai.
7 November 2002
1 sketsa wajah kembali dipublikasikan. Abu Bakar Ba’asyir yang disebut-sebut punya hubungan dengan Amrozi membantah. Ba’asyir menilai pengakuan Amrozi saat diperiksa di Polda Jatim merupakan rekayasa pemerintah dan Mabes Polri yang mendapat tekanan dari Amerika Serikat.
8 November 2002

Status Amrozi dinyatakan resmi sebagai tersangka dalam tindak pidana terorisme.
9 November 2002
Tim forensik menemukan residu bahan-bahan yang identik dengan unsur bahan peledak di TKP. Jenderal Da’i Bachtiar, Kapolri pada saat itu mengatakan kesaksian Omar Al-Farouq tentang keterlibatan Ustad Abu Bakar Ba’asyir dan Amrozi dalam kasus bom valid.
10 November 2002
Amrozi membeberkan 5 orang yang menjadi tim inti peledakan yaitu Ali Imron, Ali Fauzi, Qomaruddin adalah eksekutor di Sari Club dan Paddy’s. M Gufron dan Mubarok menjadi orang yang membantu mempersiapkan peledakan. Polisi juga memburu Muhammad Gufron (kakak Amrozi), Ali Imron (adik Amrozi), dan Ari Fauzi (saudara lain dari ibu kandung Amrozi). Kakak tiri Amrozi, Tafsir dianggap tahu seluk-beluk mobil Mitsubishi L-300 dan meminjamkan rumahnya untuk dipakai Amrozi sebagai bengkel.
11 November 2002
Tim gabungan menangkap Qomaruddin, petugas kehutanan yang juga teman dekat Amrozi di Desa Tenggulun, Solokuro, Lamongan. Qomaruddin diduga ikut membantu meracik bahan peledak untuk dijadikan bom.
17 November 2002
Imam Samudra, Idris dan Dulmatin diduga merupakan perajik bom Bali I. Bersama Ali Imron, Umar alias Wayan, dan Umar alias Patek, mereka ditetapkan sebagai tersangka.
26 November 2002
Imam Samudra, 1 lagi tersangka bom Bali, ditangkap di bus Kurnia di kapal Pelabuhan Merak. ternyata dia akan melarikan diri ke Sumatera.
1 Desember 2002
Tim Investigasi Bom Bali I berhasil mengungkap mastermind bom Bali yang jumlahnya 4 orang, satu di antaranya anggota Jamaah Islamiah (JI).
3 Desember 2002 Ali Gufron alias Muklas (kakak Amrozi) ditangkap di Klaten, Jawa Tengah.
4 Desember 2002
Sejumlah tersangka bom Bali I ditangkap di Klaten, Solo, Jawa Tengah, di antaranya Ali Imron (adik Amrozi), Rahmat, dan Hermiyanto. Sejumlah wanita yang diduga istri tersangka juga ditangkap.
16 Desember 2002
Polisi menangkap anak Ashuri, Atang, yang masih siswa SMU di Lamongan. Tim  berhasil menemukan 20 dus yang berisi bahan kimia jenis potassium klorat seberat 1 ton di rumah kosong milik Ashuri di Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran, Lamongan yang diduga milik Amrozi.
18 Desember 2002
Tim Investigasi Gabungan Polri-polisi Australia membuka dan membeberkan Dokumen Solo, sebuah dokumen yang dimiliki Ali Gufron. Dokumen tersebut berisi tata cara membuat senjata, racun, dan  merakit bom serta memuat buku-buku tentang Jamaah Islamiah (JI) dan topografi suatu daerah serta sejumlah rencana aksi yang akan dilakukannya.
6 Januari 2003 Berkas perkara Amrozi diserahkan kepada Kejaksaan Tinggi Bali.
16 Januari 2003 Ali Imron bersama 14 tersangka yang ditangkap di Samarinda tiba di Bali.
8 Februari 2003 Rekonstruksi bom Bali I
12 Mei 2003 Sidang pertama terhadap tersangka Amrozi.
2 Juni 2003 Imam Samudra mulai diadili.
30 Juni 2003 Amrozi dituntut hukuman mati
7 Juli 2003 Amrozi divonis mati
28 Juli 2003 Imam Samudra dituntut hukuman mati.
10 September 2003 Imam Samudra divonis mati.
28 Agustus 2003 Ali Gufron/Muklas dituntut hukuman mati
2 Oktober 2003 Ali Gufron divonis mati.
30 Januari 2007 PK I Amrozi cs ditolak

30 Januari 2008 PK II diajukan dan ditolak
1 Mei 2008 PK III diajukan dan kembali ditolak
21 Oktober 2008
MK tolak uji materi terhadap UU Nomor 2/Pnps/1964 temtang tata cara eksekusi mati yang diajukan Amrozi cs.
9 November 2008 Amrozi cs dieksekusi mati di Nusakambangan.

Kewarganegaraan para korban adalah:

Australia 88,Indonesia 38 (kebanyakan suku Bali), Britania Raya 26, Amerika Serikat 7, Jerman 6, Swedia 5, Belanda 4,Perancis 4, Denmark 3, Selandia Baru 3,Swiss 3,Brasil 2, Kanada 2, Jepang 2, Afrika Selatan 2,Korea Selatan 2, Ekuador 1,Yunani 1, Italia 1, Polandia 1, Portugal 1, dan Taiwan 1

Tersangka pelaku adalah :

Abdul Goni(didakwa seumur hidup), Abdul Hamid{kelompok Solo}, Abdul Rauf{kelompok Serang},Abdul Aziz/Imam Samudra(terpidana mati), Achmad Roichan, Ali Ghufron/Mukhlas (terpidana mati),Ali Imron/Alik(didakwa seumur hidup), Amrozi bin Nurhasyim(terpidana mati), Andi Hidayat{kelompok Serang}, Andi Oktavia{kelompok Serang}, Arnasan/Jimi(tewas), Bambang Setiono{kelompok Solo}, Budi Wibowo {kelompok Solo}, Dr Azahari /Alan(tewas dalam penyergapan oleh polisi di Kota Batu tanggal 9 November 2005), Dulmatin,Feri/Isa(meninggal dunia), Herlambang{kelompok Solo}, Hernianto{kelompok Solo}, Idris/Johni Hendrawan, Junaedi{kelompok Serang}, Makmuri{kelompok Solo}, Mohammad Musafak{kelompok Solo}, Mohammad Najib Nawawi{kelompok Solo},Umar Kecil/Patek, Utomo Pamungkas/Mubarok(didakwa seumur hidup), dan Zulkarnaen.

Serba-serbi

Peristiwa Bom Bali I ini sudah diangkat menjadi film layar lebar dengan judul Long Road to Heaven, yang pemainnya adalah Surya Saputra sebagai Hambali dan Alex Komang, serta melibatkan pemeran dari Australia dan Indonesia.Ketiga pelaku yang telah dihukum mati mengaku tidak menyesal atas perbuatan mereka.

BOM BALI II

Bom Bali II terjadi pada hari Sabtu, 1 Oktober 2005. Kejadian ini terjadi di Kafé Nyoman, Kafé Menega, dan Restoran R.AJA’s, Kuta Square yang letajnya satu di Kuta dan dua di Jimbaran. Kejadian ini menyebabkan 23 orang tewas dan 196 lainnya luka-luka. 1 Oktober juga merupakan Hari Kesaktian Pancasila.

Komisioner Polisi Federal Australia Mick Keelty mengatakan bahwa bom yang digunakan berbeda dari ledakan sebelumnya yang terlihat kebanyakan korban meninggal dan terluka diakibatkan oleh shrapnel (serpihan tajam), dan bukan ledakan kimia. Pejabat medis menunjukan hasil sinar-x bahwa ada benda asing yang digambarkan sebagai “pellet” di dalam badan korban dan seorang korban melaporkan bahwa bola bearing masuk ke belakang tubuhnya.

Korban yang tewas terdiri dari 15 warga Indonesia, 1 warga Jepang, 4 warga Australia, 3 lainnya para pelaku pengeboman.

Pelaku

Inspektur Jendral Polisi Ansyaad Mbai, seorang pejabat anti-terorisme Indonesia melaporkan kepada Associated Press bahwa aksi pengeboman merupakan pekerjaan kaum teroris. Serangan ini menyandang ciri-ciri kahs serangan jaringan teroris Jemaah Islamiyah, sebuah organisasi yang berhubungan dengan Al-Qaeda, yang telah melaksanakan peneboman di hotel Marriot tahun 2003, Kedutaan Besar Australia tahun 2004, Bom Bali 2002, Dan Pengeboman Jakarta 2009. Nama 3 orang pelaku yang telah diidentifikasi adalah :

  • Muhammad Salik Firdaus dari Cikijing, Jawa barat(pelaku peledakan di Kafe Nyoman).
  • Misno/Wisnu dari desa Ujungmanik, Jawa Tengah(pelaku peledakan di Kafe Menega).
  • Ayib Hidayat dari Kampung Pamarikan, Jawa Barat.

Dampak

Peristiwa ini tidak menyebabkan pengaruh sebesar Bom Bali 2002. Pemandangan para wisatawan asing yang langsung eksodus ke negara asalnya sehari setelah kejadian tahun 2002 tidak terlalu terlihat pada peristiwa ini.

Mata uang Rupiah sempat melemah pada pembukaan pedagangan sehari setelah kejadian sekitar 100 poin ke kisaran Rp. 10.400, namun pelemahan ini berkurang pada penutupan perdagangan ke Rp. 10.305, sehingga total pelemahan adalah 15 poin. Hal yang sama terjadi pada IHSG Bursa Efek Jakarta yang mampu pulih dari pengaruh pengeboman di akhir perdagangan sehari setelah peristiwa tersebut.

Secara nasional, perekonomian Indonesia diperkirakan tak akan banyak terpengaruh Bom Bali. Sektor pariwisata hanya menyumbangkan sekitar 5% dari perekonomian Indonesia, sehingga dampaknya kecil.

Selain itu, dampak tragedi ini terdapat pada maskapai penerbangan. Setelah kecelakaan itu, Air Paradise bangkrut.

Eksekusi Mati Amrozi Dkk Dinilai Timbulkan Radikalisme

Human Right Working Group menolak hukuman mati terhadap pelaku kejahatan terorisme. Hukuman mati dinilai akan menimbulkan radikalisme di kalangan pendukung mereka.

“Sejak awal kami memang menolak hukuman mati untuk kejahatan apapun, tapi bukan berarti kami mendukung terorisme,” kata Koordinator HRWG Rafendi Jamin.

Rafendi mengatakan hukuman mati tidak akan menimbulkan efek jera. Bagi para pelaku teror, kematian mereka justru dianggap syahid. “Karena mereka dianggap melakukan mati saat melakukan tugas di jalan Allah,” kata dia.

Selain itu, vonis mati memberikan hukuman yang berlapis-lapis bagi terpidana. Terpidana harus menjalani hukuman penjara selama bertahun-tahun, bahkan kebanyakan hingga puluhan tahun, sebelum dieksekusi mati.
3terpidana Bom Bali I Amrozi, Ali Gufron alias Mukhlas, dan Imam Samudra dieksekusi mati dengan cara ditembak. Mereka dieksekusi setelah divonis mati pengadilan pada 5 tahun.Meski eksekusi mati Amrozi dkk relatif lebih cepat dibanding terpidana mati lainnya, Rafendi mengatakan perlu dicermati apakah proses pengadilan sudah memenuhi persyaratan.

Dengan dua pertimbangan itu, pihaknya akan terus mengupayakan penghapusan hukuman mati untuk kejahatan apapun.

TPM Pastikan Gugat Pemerintah

Tim Pengacara Muslim memastikan menggugat pemerintah terkait pelanggaran hak asasi manusia terhadap terpidana mati kasus bom Bali I, Amrozi dan kawan-kawan. “Ada pelanggaran yang dilakukan baik sebelum maupun selama eksekusi,” kata Ahmad Cholid, salah satu pengacara TPM.

Salah satu pelanggaran yang dilakukan pemerintah, terkait hak-hak terpidana dan keluarganya.Tapi Cholid enggan merinci jenis pelanggaran yang dimaksud. Alasannya TPM masih berkonsolidasi dengan tim yang kini berada di Tenggulun, Lamongan.

Konsolidasi akan dilakukan setelah semua tim berada di Jakarta. “Kami akan membahas semuanya secara menyeluruh,” katanya. Pihak yang akan digugat pun baru akan diketahui setelah rapat konsolidasi berlangsung. Terpidana mati bom Bali dieksekusi di Bukit Nirbaya, Nusakambangan. Kemarin jenazah 3 terpidana itu dimakamkan di kampung halaman masing- masing.

Perihal taniacaroline
suka berhayal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: